Dalam
ajaran islam kita menemukan kemuliaan akhlak dan kesabaran dan itu adalah kunci
kemuliaan dan kesuksesan seseorang. Rasulullah SAW sendiri telah mengajarkan
bahwa kekuatan diplomasi dan negoisasi yang dihiasi akhlak mulia, dilengkapi
dengan kesabaran, serta kelembutan bisa membuat musuh- musuh tertaklukkan. Penaklukkan
tidak harus dengan tumpahnya darah, tapi bisa ditempuh dengan kekuatan
softpower yang dampaknya lebih dahsyat.
Dalam
dunia modern, kita bisa menerapkan ajaran kemuliaan islam dengan kekuatan soft
power tersebut dalam bidang ekonomi, politil, social ataupun dakwah. Rasulullah
SAW memberikan petunjuk memlalui hadistnya, “Sebaik- baik manusia adalah orang
yang terbaik akhlaknya di antara mereka” (HR. Thabrani). Akhlak menjadi acuan
dalam menilai seseorang karena Islam terdiri dari 2 hal inti yaitu akidah dan
akhlak. Seorang muslim bisa disebut sebagai muslim sejati apabila akidahnya
lurus dan akhlaknya kokoh. Bahkan Rasulullah juga mengingatkan, bahwa sebaik
apapun amalan seseorang tetapi akhlaknya buruk, maka akan tak bernilailah amal-
amal tersebut. “Sesungguhnya keburukan akhlak bisa merusak amal perbuatan
sebagaimana cuka merusak madu” (HR. Thabrani).
Rasulullah
telah menjadi teladan bagi kita, bagaimana kisah beliau menjadi orang pertama
yang menjenguk orang sakit, padahal si sakit tersebut sehari- harinya
senantiasa mengganggu perjalanan Rasulullah SAW. Atau juga kisah Rasulullah SAW
setia setiap pagi menyuapi wanita Yahudi yang buta, meski wanita tersebut
senantiasa menghina beliau. Kita perlu mengetahui bahwa ujung dari kisah- kisah
tadi adalah orang- orang tersebut akhirnya mengucap dua kalimat syahadat
sebagai tanda pengikut Rasulullah SAW. Ini tidak lain disebabkan karena melihat
dan mengalami langsung serta bersentuhan dengan akhlak yang merupakan soft
power Rasulullah SAW.
Dengan
demikian, patutlah kita meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam hal kekuatan
soft power yaitu akidah dan akhlak.
0 Response to "Meraih Kemenangan dengan Soft Power"
Post a Comment