Ibu
adalah sosok wanita yang penuh belaian kasih sayang terhadap buah hatinya.
Karena kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya adalah kasih sayang yang
sangat suci. Ketika dinginnya malam menyerang, kasih ibulah yang akan
memberikan kehangatan. Jika panasnya mentari membakar kulit maka kasih sayang
ibulah yang akan memberikan kesejukan dan ketika cacian dan makaian menimpamu,
maka kasih sayang seorang ibulah yang akan menganggap keberadaan mu di mata
dunia.
Apa yang
paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah? Sudah pasti jawabannya
adalah: k-e-h-a-m-i-l-a-n. Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan
hidup kecuali benih dalam kandungannya. Menangis, tertawa, sedih dan bahagia
tak berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di
perutnya. Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang
pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi
penerusnya itu bisa terlahir ke dunia. Rasa sakit pun sirna, ketika mendengar
tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus
bercucuran.
Ia
menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah dibayar,
menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi babby sitter yang
paling setia.
Hari
ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil keputusan terpenting dalam
hidupnya, untuk menentukan jalan hidup bersama pasangannya, siapa yang paling
menangis? Siapa yang lebih dulu menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya,
telah menjadi samudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas
mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan. Ia menangis melihat anaknya
tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar, buah hati
yang bertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tak lagi hanya
miliknya. Ada satu hati lagi yang tertambat, yang dalam harapnya ia berlirih,
"Masihkah kau anakku?
Saat
senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara tentang usianya.
Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan berakhir. Hanya satu pinta yang
sering terucap dari bibirnya, "Bila ibu meninggal, ibu ingin anak-anak ibu
yang memandikan. Ibu ingin dimandikan sambil dipangku kalian". Tak hanya
itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari salah satu anaknya. "Agar tak
percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih & shalihat sejak
kecil," ujarnya.
Mutiara
kasih yang sesungguhnya adalah mutiara kasih seorang ibu kepada anaknya J.
0 Response to "renungan tentang IBU"
Post a Comment