Tidur merupakan saat yang sangat penting. Tidur
dimaksudkan agar tubuh kita istirahat setelah sehari penuh beraktifitas. Bahkan
tidur pun dapat menjadikan pikiran kita kembali segar.
Tidur dalam islam
merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah swt. “Dan Kami jadikan tidur
kalian untuk istirahat” (Qs. an-Naba: 9). Begitu luasnya ilmu Islam, tidur pun
diajarkan bagaimana seorang muslim mengatur pola tidurnya. Waktu tidur yang
dianggap baik bukan lagi diukur patokan 7-8 jam. Berusaha menciptakan kualitas
tidur yang baik, tidak sekedar berpatokan pada waktu tak peduli lama atau
sebentar melainkan sesuai contoh teladan terbaik (uswatun hasanah) kita
Rasulullah saw ajarkan.
Seorang
muslimah cantik karena agamanya. Jadi tidurnya pun harus cantik. Hendaknya
seorang muslimah menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam
agama Islam. Bagaimana adab-adabnya?
1. Tidak tidur terlalu malam setelah sholat
isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya
tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci
tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak
bermanfaat) setelahnya.”
[Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]
2.
Hendaknya
tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi
pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana
wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim
No. 2710)
3.
Hendaknya
mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai
tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya
berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini
berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah
di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim
no. 2710)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur
meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No.
3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
4.
Tidak
dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur
malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya
(posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa
Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
5.
Membaca
ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain:
a)
Membaca ayat kursi.
b)
Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
c)
Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas,
Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian
tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh
bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439,
5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)
6.
Hendaknya mengibaskan dan membersihkan tempat tidur dari kotoran ketika hendak
tidur.
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
7.
Hendaknya senantiasa mengevaluasi diri dan merenungkan kembali amalan,
perkataan dan perbuatan yang sudah dilakukan. Segeralah bertaubat, memohon
ampun kepada Allah swt atas yang dilakukan pada hari itu.
8.
Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun
tangan. “Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya
kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim]
9.
Bersiwak, beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau
menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun
dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan
bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
10
.Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah
ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
11.
Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah
berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)
12.
Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana
apa-apa. (HR. Muslim)
13.
Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian
meludah ke kiri tiga kali. Mohonkanlah perlindungan kepada Allah swt dari
godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (lakukan
ini sebanyak tiga kali). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi
sebelumnya atau bangun dan shalat bila mau. (HR. Muslim)
14.
Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa
kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:
“A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”
“A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”
“Aku
berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya,
dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan
mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya)
15.
Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat
pembaringan, yaitu: “Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa
ilayhinnusyuur.”
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

0 Response to "TIDUR PARA MUSLIM DAN MUSLIMAH"
Post a Comment